Friday, June 4, 2010

Pasca-serangan Israel

200 Anak Yatim Doakan Anak Palestina
Jumat, 4 Juni 2010 | 14:02 WIB
KOMPAS/AGUSTINUS HANDOKO
Anak-anak berunjukrasa di depan Balai Kota Sukabumi, Selasa (6/1/2010), menyerukan agar agresi Israel dihentikan, karena telah menewaskan anak-anak dan mengancam anak-anak lainnya menjadi yatim.
TERKAIT:

SURABAYA, KOMPAS.com — Sebanyak 200 anak yatim se-Surabaya, Jawa Timur, Jumat (4/6/2010), menggelar aksi solidaritas untuk mendoakan anak-anak yatim di Palestina pasca-serangan Israel ke kapal Mavi Marmara (31/5/2010).

Aksi solidaritas untuk rakyat Palestina di Jalur Gaza itu disuarakan anak-anak yatim binaan Yayasan Yatim Mandiri Surabaya di depan Gedung Grahadi Surabaya.

Dalam aksi damai itu juga digelar aksi teatrikal yang dimainkan oleh anak-anak yatim untuk menentang dan mengecam kekejaman tentara zionis terhadap rakyat dan anak-anak yatim di Palestina.

"Kebiadaban zionis Israel di jalur Gaza tidak bisa ditolerir lagi. Mereka telah membantai, membunuh, dan membuat ribuan anak-anak Palestina menjadi yatim karena banyaknya orangtua yang ditembak mati oleh tentara Israel," kata Humas Yatim Mandiri, Bambang P.

Karena itu, anak-anak yatim binaan Yatim Mandiri itu memberikan dukungan dan doa untuk anak-anak yatim di Palestina supaya mereka tabah dan kuat menghadapi ulah tentara Israel tersebut.

Serangan tentara Israel ke kapal Mavi Marmara yang sedang menuju Jalur Gaza, Palestina, pada 31 Mei 2010 itu membuat korban berjatuhan.

Akibat serangan Israel itu, belasan korban tewas dan puluhan lainnya luka-luka, termasuk para jurnalis dan sukarelawan yang sedang menjalankan tugas.

Yatim Mandiri merupakan lembaga pengelola zakat, infak dan shadaqoh, serta wakaf yang disalurkan khusus bagi anak yatim melalui program Bantuan Dana Pendidikan (BDP), pemberian uang saku, pendampingan guru agama, layanan kesehatan cuma-cuma, dan pengembangan wirausaha melalui kampus "Mandiri Entrepreneur Center" (MEC).

Hingga tahun 2010, Yatim Mandiri yang tersebar di 17 cabang (Jatim, Jateng, Yogyakarta, Jabar, dan Jakarta) itu memiliki donatur aktif 73.495 orang dan telah menyalurkan BDP senilai Rp 8,128 miliar untuk 57.302 anak yatim di seluruh Indonesia, serta mengirimkan 397 guru agama ke seluruh Indonesia.

Adapun MEC telah meluluskan 321 mahasiswa dengan pembelajaran wirausaha melalui PT Mitra Yatim Mandiri yang bergerak di bidang layanan akikah, katering, dan Depot Nasi Goreng Kambing.

Tuesday, June 1, 2010

Reaksi Serangan Israel


Komisi Antaragama Gelar Doa Bersama
Selasa, 1 Juni 2010 | 17:14 WIB
AP/IHH via APTN
Kelompok relawan Turki merilis gambar video yang memperlihatkan pasukan komando Israel menyerbu kapal Mavi Marmara, Senin (31/5/2010).
TERKAIT:

SEMARANG, KOMPAS.com — Anggota Komisi Hubungan Antaragama dan
Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang, Selasa (1/6/2010), menggelar doa bersama untuk tim sukarelawan kemanusiaan yang menjadi korban penyerangan pasukan Angkatan Laut Israel saat menuju Jalur Gaza, Palestina.

Doa bersama yang diikuti belasan orang yang merupakan perwakilan beberapa agama tersebut berlangsung di Gereja Katolik Hati Kudus Semarang dengan dipimpin oleh Romo Aloys Budi Purnomo.

Selain berdoa bersama, acara juga diisi dengan nyanyian rohani yang membawa pesan damai bagi seluruh umat manusia.

Dalam pernyataan sikapnya, Romo Aloys mengatakan, peristiwa itu merupakan tragedi kemanusiaan yang sangat tidak beradab dan tidak manusiawi karena serangan ditujukan kepada tim sukarelawan kemanusiaan yang datang dengan misi damai.

"Kami juga menyerukan agar PBB selaku dewan keamanan internasional segera mengusut tragedi tersebut dan mendesak agar terwujud perdamaian dan keadilan di kawasan Timur Tengah bagi pihak-pihak yang berperang," katanya.

Romo Aloys juga mengajak semua pihak untuk menyikapi tragedi ini dengan tetap mengedepankan prinsip perdamaian, keadilan, dan kebenaran tanpa kekerasan. "Kalau tragedi tersebut dibalas dengan kekerasan, maka kekerasan yang telah terjadi akan bertambah banyak dan merugikan semua pihak," katanya.

Perubahan paradigma

Menurut dia, ada semacam pergeseran paradigma negara Israel, yakni dari bangsa yang religius menjadi paradigma sosial ekonomi politik yang mengedepankan kekuasaan dan senjata.

"Paradigma yang religius tersebut sudah tidak tepat dipakai sebagai suatu slogan dan keinginan menguasai suatu wilayah dengan mengandalkan kekuatan militer sehingga menimbulkan korban jiwa," ujarnya.

Khusus kepada Pemerintah Indonesia, Romo Aloys mengharapkan agar segera mengambil tindakan dengan mencari sejumlah sukarelawan yang berada di kapal yang diserang tersebut dan membawanya kembali ke Tanah Air.